Rabu , 26 April 2017

Home » Suara Kedu » Jogja Perang Melawan Demam Berdarah

Jogja Perang Melawan Demam Berdarah

UGM Sebar Nyamuk Wolbachia

21 Maret 2017 6:54 WIB Category: Suara Kedu Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Demam berdarah dengue (DBD) menjadi ancaman setiap saat. Karena itulah  Yogyakarta berusaha perang melawan demam berdarah. Salah satu upaya serius dilakukan Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta yang memperluas wilayah pelepasan nyamuk Aedes aegypti mengandung  wolbachia di sejumlah kelurahan di Kota Yogyakarta.

Sebelumnya, EDP berhasil melepas di tujuh kelurahan lainnya. Langkah tersebut dilakukan  untuk menekan kasus DBD. Peneliti utama EDP Yogyakarta, Prof Adi Untarini mengungkapkan sejak bulan Agustus 2016 lalu pihaknya telah melepas nyamuk mengandung wolbachia di tujuh kelurahan di kota  Yogyakarta yaitu Karangwaru, Wirobrajan, Pakuncen, Patangpuluhan, Kricak, Tegalrejo, dan Bener.

Pelepasan wolbachia di daerah tersebut menuai keberhasilan. ”Saat ini presentasi nyamuk mengandung wolbachia cukup tinggi. Di empat kelurahan kami  hentikan pelepasannya karena keberadaannya telah mencapai 60 persen,” tutur Adi.

Ia menyebutkan pelepasan nyamuk wolbachia akan dihentikan jika persentasenya sudah  mencapai angka 60 persen. Kondisi ini memperlihatkan nyamuk itu sudah mampu bertahan dan berkembang biak secara alami. Pihaknya akan segera melepas lagi di wilayah yang lebih luas untuk  membuktikan efektivitas metode wolbachia.

Pada tahun kedua ini akan dilakukan pelepasan nyamuk di Kelurahan Cokrodiningratan, Terban,  Pringgokusuman, Sosormenduran, Baciro, Suryatmajan, Tegal Panggung, Ngupasan, Muja Muju, Kadipaten, Patehan, Wirogunan, Warungboto, Mantrijeron, Bangunharjo serta Sorosutan.

Pelepasan  dimulai pada bulan Maret hingga November 2017 mendatang. Pelepasan tahap kedua telah dimulai sejak awal Maret, beberapa di antaranya sudah dilepas  di Terban, Klitren, Cokrodiningratan, Gowongan, Demanga, Mantrijeron. Pelepasan akan berjalan terus  hingga keberadaan nyamuk wolbachia di 12 klaster mencapai 60 persen.

”Kota Yogyakarta kami pilih sebagai wilayah pelepasan karena daerahnya memiliki kasus DBD  yang terbilang tinggi. Kami berharap pelepasan bisa menurunkan angka kejadian DBD di Kota,” tandas Adi.

(Agung PW / CN26 / SM Network)

Jogja Perang Melawan Demam Berdarah Reviewed by on . [caption id="attachment_227723" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Demam berdarah dengue (DBD) menjadi ancam [caption id="attachment_227723" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Demam berdarah dengue (DBD) menjadi ancam Rating: 0