Kamis , 27 April 2017

Home » Nasional » Jaksa Agung Akui Penistaan Agama Gagal Dibuktikan

Jaksa Agung Akui Penistaan Agama Gagal Dibuktikan

21 April 2017 19:15 WIB Category: Nasional Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Jaksa Agung RI, M Prasetyo mengakui Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah gagal membuktikan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tertuang dalam dakwaan primer yang dibuat oleh JPU sendiri. Sehingga, JPU hanya menuntut Ahok dengan kasus penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia yang diatur dalam Pasal 156 KUHP, seperti yang tertuang dalam dakwaan alternatif.

Prasetyo menjelaskan, dalam persidangan JPU gagal mengungkap fakta dakwaan primernya, Pasal 156a. Sehingga, JPU dalam tuntutannya tidak menjerat Ahok dengan Pasal 156a yang ancaman hukumannya lima tahun penjara dan Ahok hanya dijerat dengan Pasal 156.

Kendati demikian, Prasetyo menegaskan, dalam pembuktian di persidangan, JPU sudah berusaha mengungkap fakta-fakta dakwaannya, dakwaan primer dan dakwaan alternatif. Namun, setelah pembuktian, JPU merasa dakwaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok tidak terbukti. “Jadi yang terbukti oleh jaksa adalah yang Pasal 156,” ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jumat (21/4).

Dia menegaskan, JPU tidak pernah menghilangkan Pasal 156 a dan Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Meskipun, JPU hanya menuntut Ahok dengan Pasal 156. Tuntutan JPU itu berbeda dengan dakwaan JPU yang menjerat dengan Pasal 156 KUHP dan Pasal 156a KUHP serta dalam penyidikan, Pasal 28 ayat 2 UU ITE, Pasal 156 KUHP dan 156a KUHP.

“Siapa bilang (hilang, red), kamu gak ngerti hukum, gak usah ngomong. Semua ditinjau, dianalisis, sidang sampai ditunda itu juga karena untuk meninjau itu, itulah fakta hukumnya. Ada yang menyatakan ITE-nya dihilangkan, ITE apaan, jangan salah persepsi ya,” ujarnya ketika ditanya kenapa ada pasal yang hilang.

Mantan anggota DPR dari Partai Nasdem itu menjelaskan, tuntutan terhadap calon gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Nasdem itu sudah berdasarkan analisa terhadap fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Meskipun, pihak pelapor dan terlapor tidak ada yang puas dengan tuntutan JPU, satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan. Tuntutan itu bukan hasil intervensi siapapun.

“Kejaksaan tak pernah bekerja di bawah tekanan atau intervensi, baik yang sudah dilakukan atau yang akan dilakukan,” ujarnya.

Seperti diberitakan, JPU menuntut Ahok dengan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Sehingga, Ahok tidak mungkin ditahan atau masuk bui karena majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara sesuai atauran tidak boleh menjatuhi hukuman melebihi tuntutan JPU. Meskipun, jutaan demonstran Aksi Bela Islam 411 dan 212 menuntut dihukum penjara.

(Nurokhman/CN38/SM Network)

Jaksa Agung Akui Penistaan Agama Gagal Dibuktikan Reviewed by on . [caption id="attachment_175660" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Jaksa Agung RI, M Prasetyo mengakui Jaksa Pe [caption id="attachment_175660" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Jaksa Agung RI, M Prasetyo mengakui Jaksa Pe Rating: 0