Rabu , 28 Juni 2017

Home » Nasional » Indonesia-Australia Didesak Batalkan Perjanjian di Laut Timor

Indonesia-Australia Didesak Batalkan Perjanjian di Laut Timor

21 Maret 2017 8:24 WIB Category: Nasional Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

KUPANG, suaramerdeka.com – Indonesia dan Australia harus segera membatalkan seluruh perjanjian perbatasan di Laut Timor baik yang sudah diratifikasi pada tahun 1976 maupun yang belum diratifikasi yakni Perjanjian Indonesia-Australia tahun 1997 tentang Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan Batas-Batas Dasar Laut Tertentu.

Penegasan dan desakan ini disampaikan pemegang mandat hak ulayat masyarakat adat di Laut Timor, Ferdi Tanoni, seiring dengan kesepekatan Timor Leste dan Australia yang akan membatalkan perjanjian perbatasan maritim yang membagi wilayah ladang minyak dan gas bumi bernilai miliaran dolar di Laut Timor pada Januari 2017.

Sebagaimana diketahui bahwa Masalah perbatasan ini telah dipersengketakan Dili dan Canberra selama satu dekade, dan telah dibawa ke Mahkamah Tetap Arbitrase (Permanent Court of Arbitration) di Den Haag, Belanda.

Pembatalan batas maritim kedua negara mengemuka setelah Timor Leste secara resmi memberi tahu Australia bahwa mereka ingin mengakhiri perjanjian Certain Maritime Arrangements in the Timor Sea (CMATS). “Pemerintah Australia telah menerima keinginan ini dan mengakui bahwa Timor Leste berhak memprakarsai pembatalan kesepakatan,” tandas Tanoni.

(Andika Primasiwi / CN26 / SM Network)

Indonesia-Australia Didesak Batalkan Perjanjian di Laut Timor Reviewed by on . [caption id="attachment_955358" align="alignnone" width="400"] Foto: suaramerdeka.com / dok[/caption] KUPANG, suaramerdeka.com - Indonesia dan Australia harus s [caption id="attachment_955358" align="alignnone" width="400"] Foto: suaramerdeka.com / dok[/caption] KUPANG, suaramerdeka.com - Indonesia dan Australia harus s Rating: 0