Selasa , 25 April 2017

Home » Suara Kedu » Impor Bawang Masih Mengkhawatirkan

Impor Bawang Masih Mengkhawatirkan

20 Maret 2017 20:10 WIB Category: Suara Kedu Dikunjungi: kali A+ / A-
BRAMBANG PETARANGAN: Petani di lereng Gunung Sumbing, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, menjemur dan memilah bawang merah lokal yang jamak disebut brambang Petarangan. (suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

BRAMBANG PETARANGAN: Petani di lereng Gunung Sumbing, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, menjemur dan memilah bawang merah lokal yang jamak disebut brambang Petarangan. (suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Beberapa hari pasca aksi demonstrasi membakar bawang merah impor di Pasar Legi Parakan, para pedagang dan petani mendatangi gedung DPRD Temanggung guna mengadukan nasib dan meminta perlindungan. Pasalnya, sampai saat ini diduga bawang merah impor masih akan terus membanjiri pasar tanah air. Padahal petani di Kabupaten Temanggung saat ini sudah memasuki masa panen raya.

Puluhan orang yang terdiri dari petani dan pedagang kemudian diterima di ruang Paripurna DPRD Temanggung ditemui Wakil Ketua DPRD Ahmad Masfudin dan Ketua Komisi B Slamet Eko Wantoro. Mereka meminta DPRD mengambil langkah nyata memberikan perlindungan terhadap petani dan pedagang, serta menyetop perdagangan bawang merah impor ke pasar tradisional di Temanggung.

“Kedatangan kami untuk menindaklanjuti aksi kemarin (demo, red), kalau bisa diantisipasi jangan sampai bawang merah impor itu masuk lagi ke Temanggung. Petani dan pedagang masih khawatir, sebab informasi yang masuk ke kami saat ini ada 20 kontainer bawang merah sudah masuk ke pelabuhan di Surabaya, termasuk ke pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia. Kalau bisa juga dicek izin impornya sampai pusat, sebab semestinya untuk industri bukan pasaran umum,”ujar perwakilan pedagang bernama Triyono (41).

Kaum tani juga khawatir sebab sebentar lagi akan masuk puncak masa panen bawang merah, jika masih ada gempuran bawang impor dari Tiongkok dan India lagi di pasaran umum maka dapat dipastikan mereka akan merugi karena hasil panen tidak akan laku dijual. Membanjirnya bawang impor ditambah bawang lokal tentu akan membuat persediaan barang menjadi berlebih sehingga berpotensi akan membuat anjlok harga.

“Bawang merah sendiri tidak akan kuat jika harus disimpan dalam waktu lama dan pasti akan busuk, terlebih musim tahun ini terlalu banyak kandungan air. Panenan tahun lalu bisa sampai 7.000 ton tapi sekarang agak berkurang dan puncak panen sampai Juni. Bawang Brebes saat ini harganya Rp 20 ribu per kilogram, bawang Temanggung Rp 11 ribu per kilogram dan malah tidak bisa keluar biasanya dijual sampai Jawa Timur, ya dampak dari impor,” katanya.

Ketua Komisi B Slamet Eko Wantoro mengaku akan menindaklanjuti keluhan petani dan pedagang bawang merah. Dia melihat kisruh bawang merah ini sebagai salah satu akibat dari adanya tumpang tindih kebijakan pemerintah, antara Kementerian Pertanian yang menggerakkan petani dengan bantuan hibah guna menyangga komoditas bawang. Sementara di sisi lain, Kementerian Peredagangan justru membuka kran impor bawang merah. DPRD Temanggung berupaya membuat surat kepada Presiden Jokowi dan Kemendag kaitannya dengan impor.

“Yang jelas akan kita tindaklanjuti dengan rapat gabungan bersama Komisi C, mengundang Dinas Pertanian, Perdagangan, dan Bagian Perekonomian, karena soal bawang merah impor ini sudah menyangkut ke banyak aspek baik pertanian maupun perdagangan. Makanya kita akan mencari informasi lebih lanjut, konfirmasi ke dinas terkait,” katanya.

Bupati Bambang Sukarno ketika dikonfirmasi menegaskan penyetopan impor bawang merah dan dari hasil kroscek Disperindag ternyata bawang impor yang membanjiri Pasar Legi Parakan berasal dari India. Dia menduga ada oknum yang mencoba bermain-main dengan bawang merah impor sehingga merusak harga bawang merah lokal.

“Saya minta stop itu impor bawang merah, maka saya bilang siapa orangnya (pemain impor, red) tunjukkan, tangkap, kalau main-main akan kita proses hukum. Ini kok ada yang ngedrop bawang dari India, padahal lebih enak bawang merah Temanggung. Kita malah akan mengembangkan bawang merah Petarangan setelah laboratorium kita jadi,” tegasnya. (Raditia Yoni Ariya/CN38/SM Network)

Impor Bawang Masih Mengkhawatirkan Reviewed by on . [caption id="attachment_982258" align="alignnone" width="400"] BRAMBANG PETARANGAN: Petani di lereng Gunung Sumbing, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, me [caption id="attachment_982258" align="alignnone" width="400"] BRAMBANG PETARANGAN: Petani di lereng Gunung Sumbing, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, me Rating: 0