Sabtu , 25 Maret 2017

Home » Solo Metro » Hujan Lebat di Sidoharjo Picu Putusnya Badan Jalan dan Jembatan

Hujan Lebat di Sidoharjo Picu Putusnya Badan Jalan dan Jembatan

18 Maret 2017 19:00 WIB Category: Solo Metro Dikunjungi: kali A+ / A-
TERPUTUS TOTAL: Dampak dari putusnya jembatan dan longsornya badan jalan ini, menyebabkan hubungan darat ke pusat pelayanan di ibukota Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, menjadi terputus total. (suaramerdeka.com/Bambang Purnomo)

TERPUTUS TOTAL: Dampak dari putusnya jembatan dan longsornya badan jalan ini, menyebabkan hubungan darat ke pusat pelayanan di ibukota Kecamatan Sidoharjo,
Kabupaten Wonogiri, menjadi terputus total. (suaramerdeka.com/Bambang Purnomo)

WONOGIRI, suaramerdeka.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (18/3), telah menimbulkan bencana longsor yang menyebabkan putusnya badan jalan dan jembatan.

Volume jembatan dan badan jalan yang ambrol memanjang lima meter dan lebar empat meter, serta tinggi 10 Meter. Lokasinya berada di utara SMK Bhakti Nusantara, berada di sisi timur Pasar Hewan Sidoharjo, di RT 2 Lingkungan Jarum, Kalurahan Kayuloko, Kecamatan Sdioharjo. Masuk dalam kawasan Ibukota Kecamatan Sidoharjo (sekitar 25 kilometer arah timur Ibukota Kabupaten Wonogiri).

Alvian Crisnha Sulistianto, salah seorang tokoh warga masyarakat Sidoharjo, menyatakan, kejadian putusnya jembatan dan badan jalan tersebut, berlangsung Sabtu (18/3) sekitar pukul 14.00 WIB. “Setelah turun hujan lebat,” jelasnya.

Air hujan, melimpah kemana-mana, dan menggerus sisi tebing badan jalan yang sebelumnya telah membuat ambrol sebagian sisi tebing jembatan.

Camat Sidoharjo, Supardi menyatakan, pada Desember 2016, lokasi tersebut telah ambrol. “Sehingga dinyatakan ditutup untuk kendaaraan roda empat,” jelasnya.

Akibat gerusan air hujan yang melimpah dari selokan yang berada di sebelahnya, menyusul setelah turun hujan lebat sekitar tiga jam, menyebabkan terjadinya longsor tebing jalan dengan volume semakin besar, dan kemudian merembet membuat putusnya jembatan.

Dampaknya, memutuskan hubungan darat antar lingkungan dan akses ke pusat-pusat pelayanan masyarakat di Ibukota Kecamatan Sidoharjo. Utamanya di ruas jalan utama lingkungan Kopen ke Ibukota Kecamatan Sidoharjo. Di ruas jalan ini, juga tembus ke lapangan sepak bola Lambauw yang menjadi kebanggaan warga masyarakat Kecamatan
Sidoharjo, dan jalur menuju Pasar Ternak Sidoharjo.

Menyikapi bencana alam yang berdampak memutuskan hubungan darat tersebut, Camat Sidoharjo, Supardi, bersama Muspika Kecamatan Sidoharjo, berupaya mengambil langkah-langkah darurat, untuk menutup total ruas jalan yang ambrol tersebut. Warga masyarakat, diimbau untuk menghindarinya dengan menempuh jalan alternatif lainnya, melewati jalan lain dengan cara melingkar.

“Saat volume longsornya dulu baru sedikit, sudah kami laporkan ke Pemkab Wonogiri. Tim teknis dari DPU pun, juga sudah meninjau ke lokasi pada Januari 2017 lalu. Tapi karena tidak segera diperbaiki, maka terjadilah longsor dan ambrol yang volumenya makin besar seperti sekarang ini,” jelas Supardi.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana jalan longsor dan jembatan putus ini. Sebab, saat terjadi gerakan longsor, tidak ada warga yang melintas. Bencana jalan longsor yang juga menyebabkan putusnya jembatan ini, juga sempat mendapat kunjungan Wakil Ketua DPRD Wonogiri ‘Dekik’ Suhardono.
(Bambang Purnomo/CN40/SM Network)

Hujan Lebat di Sidoharjo Picu Putusnya Badan Jalan dan Jembatan Reviewed by on . [caption id="attachment_980350" align="alignnone" width="400"] TERPUTUS TOTAL: Dampak dari putusnya jembatan dan longsornya badan jalan ini, menyebabkan hubunga [caption id="attachment_980350" align="alignnone" width="400"] TERPUTUS TOTAL: Dampak dari putusnya jembatan dan longsornya badan jalan ini, menyebabkan hubunga Rating: 0