Kamis , 27 April 2017

Home » Liputan Khusus » Laporan » Ground Breaking KA Bandara Tergesa-gesa

Ground Breaking KA Bandara Tergesa-gesa

7 April 2017 20:15 WIB Category: Laporan, Liputan Khusus Dikunjungi: kali A+ / A-
Sejumlah penumpang keluar dari terminal bandara, usai turun dari pesawat di Bandara Adi Soemarmo Solo, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Langeng Widodo)

Sejumlah penumpang keluar dari terminal bandara, usai turun dari pesawat di Bandara Adi Soemarmo Solo, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Langeng Widodo)

TIBA-TIBA Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengagendakan peletakan batu pertama pembangunan kereta api (Bandara), Sabtu (8/4), di kompleks Bandar Udara Adi Soemarmo Solo. Kenapa, ground breaking terkesan mendadak, karena persiapannya belum begitu matang meski sudah lama direncanakan.

Tengok saja, berbagai izin dari sejumlah instansi proyek pembangunan sindikasi senilai kurang lebih Rp 1 triliun itu, hingga Jumat (6/4), belum turun, begitu juga dengan peraturan presiden atau kepres. Di samping itu, belum ada leading sector dari proyek bersama yang melibatkan PT AP I, PT KAI, dan PT PP.

General Manager Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman mengatakan, sebenarnya kebutuhan untuk pembangunan KA bandara sejauh ini dari masing-masing instansi ini sudah siap. Hanya saja tinggal dibutuhkan sebuah konsorsium dan penanggung jawab proyek supaya proses pembangunan bisa segera dilakukan.

“Harapannya penanggung jawabnya ini bisa dibentuk. Karena selama ini kita kerjanya masih sendiri-sendiri,” tandas Usman usai mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendengarkan paparan rencana pembangunan KA Bandara di kantor bandar udara setempat, Sabtu (1/4).

Tak kalah dibanding dengan berbagai perizinan dan konsorsioum pembangunan itu adalah sosialisasi dan pembebasan lahan yang akan dilewati jalur KA. Kenapa penting, karena pembebasan tanah dinilai sangat “menentukan” dalam pembangunan proyek. Sering kali proyek pemerintah gagal dilaksanakan hanya gara-gara tidak ada titik temu soal ganti rugi.

Apalagi belakangan ini banyak partai “mencari simpati” masyarakat sebagai bekal Pemilu dan suksesi nasional 2019. Meski demikian, Kepala Daop VI PT KAI Yogjakarta, Hendy Helmy optomistis pembangunan KA Bandara bisa segera dilakukan dan bisa selesai seperti yang direncanakan. “Sambil menunggu hal-hal seperti itu (pembebasan tanah-red), kita bisa mengerjakan yang bisa dikerjakan,” kata dia usai rapat koordinasi dengan manajemen bandara di kantor bandara.

Optimisme juga disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, usai mendengarkan paparan di kantor bandara di Solo, Sabtu (1/4). “Izin trase akan keluar Jumat dan perpres tiga pekan lagi akan disahkan. Setelah semua selesai harapan konsorsium terbentuk, pembebasan lahan dilakukan dan proses pembangunan dijalankan. Target akhir 2018 kereta bandara yang menghubungkan Solo-Jogja bisa dioperasikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan, keberadaan kereta bandara sangat dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan intermoda antara stasiun, bandara, dan terminal serta menghubungkan penumpang di Solo dan Jogja, begitu sebaliknya. Oleh karena itu, apabila bandara di Jogja penuh bisa ke Solo dan sebaliknya mengingat jumlah penerbangan di kedua kota tersebut terus meningkat.

(Langgeng Widodo/CN38/SM Network)

Ground Breaking KA Bandara Tergesa-gesa Reviewed by on . [caption id="attachment_1003187" align="alignnone" width="400"] Sejumlah penumpang keluar dari terminal bandara, usai turun dari pesawat di Bandara Adi Soemarmo [caption id="attachment_1003187" align="alignnone" width="400"] Sejumlah penumpang keluar dari terminal bandara, usai turun dari pesawat di Bandara Adi Soemarmo Rating: 0