Album Tempo Doeloe | Entertainment SuaraMerdeka dot com

Minggu , 30 April 2017

Home » Entertainment » Musik » Album Tempo Doeloe

Album Tempo Doeloe

Kejutan di Album Kedua Reza Artamevia

21 Maret 2017 12:00 WIB Category: Musik A+ / A-

Album    : Keabadian
Artis        : Reza Artamevia
Produksi: Aquarius/2000

foto: istimewa

foto: istimewa

SUKSES dengan album pertama, Keajaiban yang dirilis tahun 1997, penyanyi Reza Artamevia merilis album kedua, Keabadian di tahun 2000. Album kedua ini masih ditangani oleh musisi Ahmad Dhani, dan pola musiknya tak ubahnya dengan pola musik di album pertama, yaitu pop, soul, dan RNB.

Namun pada album kedua ini ada semacam kejutan. Reza juga mengajak dua penyanyi luar negeri. Yaitu Masaki Ueda pada lagu “Biar Menjadi Kenangan” dan versi bahasa Inggrisnya: “The Last Kiss” (untuk versi CD album). Serta penyanyi asal negeri jiran, Famieza dalam lagu milik penyanyi Malaysia itu, “Getaran”. Tak ketinggalan dia mendaur ulang lagu “Cinta kan Membawamu Kembali” milik Dewa 19.

Album kedua ini nasibnya, sama dengan album pertama. Sama-sama sukses dan melambungkan nama Reza di jagad musik pop era millenium saat itu. Berikut review album Keabadian dari Reza:

Yang Kedua: dibuka dengan intro musik funk bit mid tempo yang dipadukan dengan unsur RNB sepanjang 2 bar, yang menyisipkan sound soprano sax. Menyusul pada bar ke-3 vokal Reza masuk ke bagian reffrain beriring hentakan musik funk bit mid tempo berpadu RNB. Termasuk masuk ke bagian verse juga beriring hentakan musik funk bit mid tempo yang dikombinasikan dengan unsur RNB. Bagian jeda lagu ini menyisipkan sound soprano sax yang sangat ekspressif. Lagu ini ditutup dengan nyanyian Reza di bagian reffrain yang dilakukan berulang-ulang.

Dansa: hentakan musik chil out sepanjang 4 bar membuka lagu ini dengan menyisipkan sentilan permainan gitar dan juga sound kibor. Kemudian pada bar ke-5, vokal Reza masuk ke bagian verse. Hentakan musik chil out pada lagu ini yang menyisipkan sedikit unsur soul, mencoba mengingatkan pada hentakan musik dari grup Heatwave, misalnya pada lagu “Dreaming You” di album Candles (1980), atau Earth Wind & Fire di lagu “September”. Lagu ini ditutup tanpa dentaman bas, dan hanya mengandalkan vokal Reza di bagian reffrain serta sound kibor.

Keabadian: hentakan musik slow bit funk bersama sound kibor yang memainkan nada-nada reffrain membuka lagu ini sepanjang 2 bar. Kemudian vokal Reza langsung masuk ke bagian verse beriring dengan hentakan slow bit funk, termasuk ke bagian reffrain. Lagu ini mencoba mengulang sukses lagu “Satu yang Tak Bisa Lepas” di album sebelumnya, Keajaiban (1997). Cuma bedanya, hentakan musiknya. Karena pada lagu “Satu yang Tak Bisa Lepas” tampil dalam pola musik slow RNB. Sound-sound drive gitar pada bagian jeda lagu ini ada sentuhan pola musik Queen, terutama gaya permainan gitar dari Brian May.

Aku Wanita: hentakan musik funk bit mid tempo berpadu dengan unsur RNB yang beriring suara section horn membuka lagu ini sepanjang 2 bar. Kemudian vokal Reza masuk ke bagian verse beriring hentakan musik funk bit mid tempo berpadu dengan unsur RNB, termasuk juga saat menyanyikan di bagian reffrain. Suara section horn muncul lagi setelah bagian reffrain. Kemudian vokal Reza masuk ke bagian bridge lagu. Lalu masuk ke bagian verse dan reffrain. Pada lagu ini, Reza menyanyikan dengan penuh ekspressif. Termasuk memasukkan unsur growling di bagian verse ketiga. Mungkin ini yang membedakan dengan gaya bernyanyi Bunga Citra Lestari, di mana lagu ini didaur ulang lagi di tahun 2017 ini.

Getaran (feat Famieza):Lagu ini aslinya merupakan lagu milik Famieza (alm) yang populer di tahun 1989. Tetapi didaur ulang oleh Reza di album ini. Hentakan musik funk bit mid tempo dengan sentuhan soul membuka lagu ini sepanjang 1 bar. Kemudian suara alat musik tiup menyusul pada bar ke-2 hingga bar ke-5. Vokal Reza masuk ke bagian verse terlebih dulu berselingan dengan suara alat musik tiup. Kemudian menyusul vokal Famieza di bagian verse. Kemudian saat masuk ke bagian reffrain dinyanyikan bersama.

Biar Menjadi Kenangan (feat Masaki Ueda): denting piano elektrik membuka lagu ini sepanjang 4 bar beriring hentakan musik slow bit funk. Vokal Reza masuk terlebih dulu ke bagian verse dalam bahasa Indonesia. Kemudian menyusul vokal Masaki Ueda di bagian verse dalam bahasa Indonesia yang agak canggung. Saat masuk ke bagian reffrain, mereka berdua menyanyi bersama dalam iringan hentakan musik slow bit funk dan juga sisipan sound string orchestra. Lagu ini ditutup dengan tanpa narasi dari Masaki dan hanya beriring suara denting piano elektrik.

Aku Takut Jatuh Cinta Lagi: hentakan musik funk bit mid tempo beriring petikan gitar sepanjang 2 bar. Kemudian vokal Reza masuk ke bagian verse beriring hentakan musik funk bit mid tempo tadi. Termasuk ke bagian reffrain masih beriring pada hentakan musik yang sama. Bagian jeda diisi dengan petikan gitar sepanjang 2 bar lagi. Kemudian vokal Reza masuk ke bagian verse dan reffrain. Giliran suara trompet yang mengisi bagian jeda lagu ini. Tetapi vokal Reza setelah melewati jeda tersebut, langsung masuk ke bagian reffrain.

Terima Kasih: hentakan musik funk bit mid tempo berpadu dengan unsur hip hop membuka lagu ini sepanjang 2 bar. Tampak keriuhan suara tawa dan suara seorang rapper, saat vokal Reza masuk ke bagian reffrain. Pola musik pada lagu ini juga menyisipkan suara scratch yang biasa digunakan para Dj untuk mengiringi pengunjung di lantai dansa.

Cinta kan Membawamu Kembali: suara flute beriring string orchestra membuka lagu ini sepanjang 6 bar. Kemudian vokal Reza masuk ke bagian verse beriring denting piano. Termasuk suara string orchestra. Lagu ini aslinya merupakan milik grup Dewa 19 yang pernah direkam dalam album Terbaik-Terbaik (1995), serta aslinya tidak diiringi dengan hentakan suara drum, apalagi suara gitar dan dentaman bas. Saat itu, hanya vokal Arie Lasso yang diiringi denting piano Ahmad Dhani.

The Last Kiss (feat Masaki Ueda): denting piano elektrik membuka lagu ini sepanjang 4 bar beriring hentakan musik slow bit funk. Vokal Masaki masuk terlebih dulu ke bagian verse dalam bahasa Inggris. Kemudian menyusul vokal Reza di bagian verse. Saat masuk ke bagian reffrain, mereka berdua menyanyi bersama dalam iringan hentakan musik slow bit funk dan juga sisipan sound string orchestra. Lagu ini ditutup dengan narasi dari Masaki beriring suara denting piano elektrik.
(Nugroho Wahyu Utomo/CN40/SM Network)

Album Tempo Doeloe, adalah rubrik yang membahas musik Indonesia/manca lama. Rubrik ini hadir setiap hari Selasa.

Comments

comments

Album Tempo Doeloe Reviewed by on . Album    : Keabadian Artis        : Reza Artamevia Produksi: Aquarius/2000 [caption id="attachment_10905" align="alignnone" width="300"] foto: istimewa[/caption Album    : Keabadian Artis        : Reza Artamevia Produksi: Aquarius/2000 [caption id="attachment_10905" align="alignnone" width="300"] foto: istimewa[/caption Rating: 0
scroll to top