Selasa , 27 Juni 2017

Home » Suara Kedu » Dinas Sosial Temanggung Antisipasi Pengemis di Musim Tembakau

Dinas Sosial Temanggung Antisipasi Pengemis di Musim Tembakau

19 Maret 2017 21:24 WIB Category: Suara Kedu Dikunjungi: kali A+ / A-
PENERTIBAN GEPENG: Petugas gabungan menertibkan pengemis dan gelandangan belum lama ini. (suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

PENERTIBAN GEPENG: Petugas gabungan menertibkan pengemis dan gelandangan belum lama ini. (suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com – Dari pengamatan Dinas Sosial, setiap kali tiba musim tembakau, apalagi nantinya hasil panen bagus, maka akan tiba pula pengemis musiman membanjiri Kabupaten Temanggung. Kini menjelang musim tembakau 2017 ini, pemerintah pun sudah berancang-ancang untuk melakukan upaya antisipasi, seperti monitoring dan penertiban.

Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Widiharso mengatakan, memang hampir selalu ada pemandangan yang kurang sedap terlihat selama berlangsungnya musim tembakau setiap tahunnya. Yakni membludaknya jumlah pengemis. Mereka memanfaatkan momen dan beroperasi di tempat keramaian hingga ke permukiman penduduk.

“Setiap musim tembakau tiba, di Temanggung banyak pengemis dadakan bak laron di musim penghujan yang diduga berasal dari luar daerah. Mereka terpantau kerap beroperasi di seputar lampu merah, taman, dan alun alun. Meski telah berulang kali digelar upaya penertiban serta razia oleh petugas gabungan, namun para peminta itu tampak tidak jera,” ujarnya, Minggu (19/3).

Menurut dia, bahkan untuk menghindari kejaran petugas, biasanya pengemis akan menggencarkan aksinya pada akhir pekan. Mulai hari Sabtu sampai Minggu, saat para pegawai negeri atau petugas tengah libur. Ironisnya, tak sedikit dari mereka membawa serta anak-anak saat meminta belas kasih warga mau pun pengguna jalan yang tengah melintas.

“Mereka sering kucing-kucing dalam menjalankan operasi. Dari pantauan kami, mereka justru didominasi oleh wajah-wajah lama yang mayoritas justru berasal dari luar Kabupaten Temanggung. Mereka sudah paham kalau pas musim tembakau perputaran uang di sini tinggi,” tambahnya.

Sudah dapat dipastikan pula jika hasil panen laku tinggi maka pengemis dari luar akan berekspansi ke Temanggung. Terutama saat masa panen raya. Perputaran uang dalam jumlah tinggi serta meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat selama musim tembakau tiba, menjadi daya tarik bagi kaum peminta untuk mendongkrak pendapatan harian mereka.

Dari penelusuran suaramerdeka.com, menjumpai seorang  pengemis yang tidak mau disebut namanya, asal Kabupaten Magelang saat beroperasi di lampu merah Terminal Induk Madureso, mengaku setiap hari dia bisa memperoleh penghasilan sebesar Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari.

Penghasilannya dari mengemis akan bertambah saat akhir pekan, mencapai Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per hari. Diakui pula saat musim panen tembakau, pendapatannya bisa melonjak hingga dua kali lipat dibanding saat hari-hari biasa, yakni sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per hari.

“Saya sendiri pindah pindah lokasi. Biasanya pagi ke Alun-alun dulu, setelah itu geser ke perempatan lampu merah sampai sore. Kalau pas musim tembakau akan dapat banyak karena dari panen petani dan juragan pasti akan dapat banyak uang,” katanya.
(Raditia Yoni Ariya/CN40/SM Network)

Dinas Sosial Temanggung Antisipasi Pengemis di Musim Tembakau Reviewed by on . [caption id="attachment_980907" align="alignnone" width="400"] PENERTIBAN GEPENG: Petugas gabungan menertibkan pengemis dan gelandangan belum lama ini. (suarame [caption id="attachment_980907" align="alignnone" width="400"] PENERTIBAN GEPENG: Petugas gabungan menertibkan pengemis dan gelandangan belum lama ini. (suarame Rating: 0