Minggu , 20 Agustus 2017

Home » Suara Pantura » Delapan Warga Brebes Diduga Jadi Korban Trafficking di Malaysia

Delapan Warga Brebes Diduga Jadi Korban Trafficking di Malaysia

21 Maret 2017 3:15 WIB Category: Suara Pantura Dikunjungi: kali A+ / A-
KELUARGA KORBAN: Keluarga korban TKI asal Brebes yang diduga menjadi korban perdagangan manusia di Malaysia saat mengadukan kasus tersebut ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pemkab Brebes. (suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)

KELUARGA KORBAN: Keluarga korban TKI asal Brebes yang diduga menjadi korban perdagangan manusia di Malaysia saat mengadukan kasus tersebut ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pemkab Brebes. (suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)

BREBES, suaramerdeka.com – Sebanyak delapan warga asal Kabupaten Brebes diduga menjadi korban trafficking atau perdagangan manusia di Malaysia. Mereka yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia itu kesemuanya merupakan warga Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.

Kasus dugaan perdagangan manusia itu diketahui setelah keluarga korban menerima video penangkapan TKI oleh pihak Imigrasi Johor Malaysia. Video berupa tayangan berita dari salah satu televisi di Malaysia itu diterima keluarga korban dari salah satu tetangganya yang bekerja di negara tersebut.

“Anak saya bernama Ahmad Ghozali (18). Saya mengetahui menjadi korban perdagangan manusia ini dari video kiriman tetangga. Saya lihat sendiri di situ ada gambar anak saya,” ujar Tokadi (60), saat ditemui di rumahnya, Senin (20/3).

Selain anaknya, ungkap dia, ada tujuh TKI lain asal Desa Cenang yang juga menjadi korban. Yakni, Hendra Setiawan (23), Hermansyah (27), Apris Prasmono (20), Torikun (30), Jono (30), Amar (28) dan Sahroni (25).

Mereka berangkat bersama anaknya pada November 2016 dan oleh pihak perekrut tenaga kerja dijanjikan akan bekerja di sebuah pabrik mesik di Johor Malaysia. “Anak saya berangkat ke Malaysia karena diajak tetangganya Tarmudi. Waktu itu saya tidak curiga sama sekali, karena katanya akan dikerjakan di pabrik mesin di Malaysia,” tuturnya.

Menurut dia, lantaran tidak ada rasa curiga apapun, pihaknya juga rela mengeluarkan uang untuk memberangkatkan anaknya tersebut. Satu orang oleh pihak perekrut tenaga kerja dimintai Rp Rp 5 juta. Namun uang itu bisa dibayar dua kali. Yakni, pertama saat mendaftar sebesar Rp 3,5 juta, dan tahap selanjutnya Rp 1,5 juta. “Saat itu ya kami bayar saja,” sambungnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, keluarga mulai curiga setelah anaknya memberi kabar kalau proses pemberangkatan yang tidak beres. Semisal, pemberangtakan dari Brebes ke Jakarta menggunakan bus. Lalu dari Jakarta menggunakan pesawat menuju Batam, kemudian dari Batam naik kapal laut menuju Malaysia.

Kecurigaan lainnya, saat bekerja yang terkesan sembunyi-sembunyi. Bahkan, saat berangkat dari asrama menuju tempat kerja selalu dikawal ketat oleh beberapa orang, begitu juga saat pulang. “Keberangkatan ini yang membuat kami curiga itu. Kenapa dari Batam naiknya perahu, tidak naik pesawat,” katanya.

Atas kasus tersebut, sambung Tokadi, pihaknya selaku keluarga korban telah melaporkan pihak perekrut tenaga kerja ke Polres Brebes. Itu dilakukan agar tidak ada lagi tenaga kerja di desanya yang menjadi korban. “Tadi sudah saya laporkan ke polisi pihak yang melakukan perekrutan tenaga kerja ini,” tandasnya.

Sementara, pihak perekrut tenaga kerja, Tarmudi mengaku, tidak mengetahui jika model perekrutannya adalah ilegal. Dirinya dalam perekrutan itu bekerja untuk PT. Al Kurni. Yakni, sebuah perusahaan jasa pengiriman TKI di Malaysia. “Saya ini bekerja untuk Ali Murtado, orang dari PT Al Kurni,” jelasnya.

(Bayu Setiawan/CN39/SM Network)

Delapan Warga Brebes Diduga Jadi Korban Trafficking di Malaysia Reviewed by on . [caption id="attachment_982572" align="alignnone" width="400"] KELUARGA KORBAN: Keluarga korban TKI asal Brebes yang diduga menjadi korban perdagangan manusia d [caption id="attachment_982572" align="alignnone" width="400"] KELUARGA KORBAN: Keluarga korban TKI asal Brebes yang diduga menjadi korban perdagangan manusia d Rating: 0