Sabtu , 25 Maret 2017

Home » Liputan Khusus » Laporan » Datsun Risers Expedition 2, Mengeksplorasi Keindahan Panorama Sulawesi Selatan

Datsun Risers Expedition 2, Mengeksplorasi Keindahan Panorama Sulawesi Selatan

20 Maret 2017 23:50 WIB Category: Laporan, Liputan Khusus Dikunjungi: kali A+ / A-
Taman Batu di Rammang-rammang. (suaramerdeka.com/Saptono Joko Sulistya)

Taman Batu di Rammang-rammang. (suaramerdeka.com/Saptono Joko Sulistya)

MAKASAR, suaramerdeka.com – Sukses dengan event Datsun Risers Expedition 1 pada 2015 lalu yang melintasi enam pulau, pabrikan mobil asal Jepang Datsun kembali menggelar Datsun Risers Expedition 2 di Kota Makassar, Privinsi Sulawesi Selatan Senin-Rabu (20-22/3). Wartawan Suara Merdeka, Saptono Joko Sulistya mengikuti ekspedisi tersebut. Berikut laporannya.

Datsun Risers Expedition 2 (DRE) kali ini dibagi menjadi tiga etape. Etape pertama, Senin (20/3) adalah menelusuri keindahan alam Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Sebanyak 27 jurnalis dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti DRE 2 bersama 12 risers, sebutan bagib para penggemar maupun pemilik Datsun GO Panca mau pun GO+ Panca terpilih yang telah diseleksi sebelumnya oleh pihak Datsun.

Usai sarapan di hotel, sekitar pukul 08.00 Waktu Indonesia Tengah, rombongan yang berjumlah 24 mobil meluncur ke Dealer Datsun di Latimojong, Makassar untuk kemudian dilepas secara seremoni menyusuri Kota Makassar.

Museum La Galigo di Benteng Fort Rotterdam. (suaramerdeka.com/Saptono Joko Sulistya)

Museum La Galigo di Benteng Fort Rotterdam. (suaramerdeka.com/Saptono Joko Sulistya)

Destinasi pertama adalah Benteng Ujung Pandang atau yang lebih dikenal sebagai Benteng Fort Rotterdam dan merupakan bangunan bersejarah peninggalan zaman Kerajaan Gowa. Museum di dalam benteng dinamakan Museum La Galigo yang menyimpan aneka peninggalan manusia sejak zaman dulu. Seperti alat berburu dari zaman batu, peralatan pertanian, berburu, rumah adat, hingga berbagai kapal yang digunakan oleh orang Makassar sejak dulu hingga kini. Miniatur kapal phinisi pun ada di museum tersebut.

Destinasi berikutnya adalah menuju ke objek wisata Rammang-rammang yang terletak di gugusan pegunungan kapur (karst) di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Menempuh jarak sekitar 40 km dari Kota Makassar, para peserta pun terpana akan keindahan alam Rammang-rammang. Dalam bahasa Makassar, Ranmang-rammang artinya sekumpulan awan atau kabut. Saat hendak memasuki desa, peserta disuguhi hamparan sawah menghijau di mana di ujung sawah ada senacam tembok dari batu alam yang sangat menawan. Menurut warga, dulunya desa tersebut adalah dasar laut yang kembali menjadi daratan. Peristiwa itu terjadi juta tahun silam di mana hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya cangkang kerang laut di daerah itu. Di desa itu ada beberapa objek wisata yaitu Taman Hutan Batu serta menyusuri Sungai Rammang dengan panjang sekitar 5 km.

Dinamakan Taman Hutan Batu karena di tepi Sungai Rammang ada taman indah yang semuanya merupakan bebatuan alami. Objek wista itu diresmikan pada 2015 lalu. Untuk menuju ke taman Batu pengunjung harus menaiki kapal wisata yang dikelola warga sekitar. Sewa kapal untuk 7-10 orang senilai Rp 250.000,-.

Aneka bebatuan dengan berbagai bentuk terhampar di atas kolam dengan pemandangan yang memikat. Perjalanan pun dilanjutkan dengan menaiki kapal dan menyusuri Sungai Rammang-rammang dengan pemandangan perbukitan batu kapur serta rumah-rumah khas warga yang terletak di tepi sungai. Di tepi sungai terdapat beberapa rumah makan terapung yang menawarkan menu aneka ikan dan udang.

Taman Wisata Bantimurung. (suaramerdeka.com/Saptono Joko Sulistya)

Taman Wisata Bantimurung. (suaramerdeka.com/Saptono Joko Sulistya)

Usai makan siang di tepi sungai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Taman Wisata Alam Bantimurung. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam dari Rammang-rammang. Banti dalam bahasa daerah artinya air ada pun murung bermakna gemuruh. Di taman itu ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi di antaranya kupu-kupu, air terjun, dan juga goa Batu. Taman itu juga dikenal sebagai surga bagi kupu-kupu. Namun sayang saat berkunjung, kami tidak mendapati aneka spesies kupu, karena biasanya mereka tumbuh dan berkembang saat bulan Juli.

Dengan tiket masuk Rp 25.000,- pengunjung bisa menikmati aneka wisata. Salah satunya adalah Goa Batu yang teletak sekitar 800 m dari parkiran. Pengunjung harus menaiki 115 anak tangga untuk kemudian berjalan menuju ke goa. Di dalam goa terdapat beberapa tempat yang oleh warga dianggap sakral. Di antaranya ada ruang untuk bersemedi, air suci yang diyakini mampu membuat seseorang akan terlihat awet muda, serta ruang yang digunakan untuk shalat oleh para sesepuh pada masa lalu. (Bersambung)
(Saptono Joko Sulistya/CN40/SM Network)

 

baca juga:

Datsun Risers Expedition 2, Keindahan Surga Laut di Tanjung Bira

Datsun Risers Expedition 2, Pinisi Sebagai Perahu Layar Kebanggaan Indonesia

Datsun Risers Expedition 2, Mengeksplorasi Keindahan Panorama Sulawesi Selatan Reviewed by on . [caption id="attachment_982379" align="alignnone" width="400"] Taman Batu di Rammang-rammang. (suaramerdeka.com/Saptono Joko Sulistya)[/caption] MAKASAR, suaram [caption id="attachment_982379" align="alignnone" width="400"] Taman Batu di Rammang-rammang. (suaramerdeka.com/Saptono Joko Sulistya)[/caption] MAKASAR, suaram Rating: 0