Selasa , 28 Maret 2017

Home » Suara Kedu » Cuaca Ekstrem Berpengaruh Produksi Panen Kentang Menurun

Cuaca Ekstrem Berpengaruh Produksi Panen Kentang Menurun

20 Maret 2017 20:42 WIB Category: Suara Kedu Dikunjungi: kali A+ / A-
Seorang pekerja melakukan aktivitas bongkar muat kentang di Pasar Sayur Wringin Anom Kecamatan Kertek, Wonosobo. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

Seorang pekerja melakukan aktivitas bongkar muat kentang di Pasar Sayur Wringin Anom Kecamatan Kertek, Wonosobo. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com – Cuaca ekstrem di puncak musim menyebabkan produktivitas panen kentang di wilayah Dieng Wonosobo menurun. Sejumlah pedagang kentang di Pasar Sayur Wringin Anom Kecamatan Kertek, Wonosobo mengaku belakangan terakhir mendapatkan kiriman barang dari petani dalam jumlah setengahnya. Hal itu karena banyak petani mengalami gagal panen, akibat serangan hama meningkat, banyak kentang busuk, serta banyak tanaman kentang mati.

Seorang pedagang kentang di pasar setempat, Untung mengungkapkan, cuaca ekstrem ditandai dengan hujan terus menerus sepanjang hari, kadang disertai angin kencang, menyebabkan tanaman kentang roboh dan mati.

“Hujan terus menerus menyebabkan banyak tanaman kentang milik petani di wilayah Dieng busuk. Diperparah, saat ini banyak tanaman kentang terserang hama penyakit, jadi banyak petani yang gagal panen,” ungkapnya kepada suaramerdeka.com, Senin (20/3).

Menurut dia, jika biasanya saat produksi bagus, dirinya mendapatkan kiriman barang dari petani mencapai 4-5 ton per hari, saat ini paling hanya mendapat kiriman barang 1-2 ton per hari. Kondisi itu dikarenakan, pasokan barang dari petani sedikit.

“Memang cuaca ekstrim berpengaruh terhadap menurunnya hasil panen produk-produk sayur mayur. Kata sejumlah petani, banyak tanaman kentang patah terkena angin kencang. Akibatnya kentang tidak bisa dipanen,” imbuh dia.

Selain itu, lanjut dia, banyak juga tanaman kentang yang terkena serangan hama, menyebabkan banyak petani gagal panen. Walhasil, saat petani mendengar harga wortel di tingkat petani sedang cukup mahal, banyak petani beralih menanam wortel.

“Banyak juga petani beralih menanam wortel karena harga di tingkat petani saat ini sedang mahal, yakni Rp 5.000 per kilogram. Menurut petani, untuk tanaman wortel, biaya yang dikeluarkan relatif sedikit dari pada kentang,” jelas dia.

Untung menyebutkan, akibat menurunnya pasokan kentang di tingkat petani, saat ini harga kentang relatif meningkat. Dia mengaku, kentang yang dijual kepada pedagang pasar di Wonosobo maupun luar daerah, seperti Purwokerto, Purbalingga, Ambarawa dan lainnya, untuk kentang ukuran besar Rp 8.000,- hingga Rp 9.000,-/ kilogram. Untuk ukuran kecil, harga Rp 6.000,- hingga Rp 7.000,-/kilogram. Sementara kentang yang mengalami pecah mau pun berlubang, ukuran besar atau kecil di hargai Rp 5.000,- hingga Rp 7.000,-/kilogram.

Dia mengaku, tahun sebelumnya pernah over produksi, karena hampir semua petani baik di dataran tinggi Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Prahu melakukan panen kentang, sehingga harga jual kentang anjlok menjadi Rp 3.500,- hingga Rp 4.000,-/kilogram.

“Kalau sekarang justru sebaliknya, harga jual relatif melonjak. Tingginya harga kentang, berpengaruh terhadap melemahnya daya beli masyarakat. Sebagai contoh, jika sebelumnya pedagang membeli 3 kuintal, sekarang paling 1 kuintal saja,” aku dia.

Senada, Sopinah pedagang kentang lainnya mengaku, saat ini dirinya tidak bisa menargetkan berapa pasokan barang yang disediakan setiap harinya. Kondisi itu dikarenakan, hasil panen dari petani juga saat ini tidak menentu.

“Kalau sekarang barang tidak menentu. Kalau datang dari petani dua karung, langsung saya jual, datang lagi langsung saya jual. Jadi tidak sampai dipasok. Kondisi saat ini memang hasil panen lagi sedikit karena banyak tanaman kentang yang busuk akibat cuaca buruk,” ujarnya.
(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)

Cuaca Ekstrem Berpengaruh Produksi Panen Kentang Menurun Reviewed by on . [caption id="attachment_982286" align="alignnone" width="400"] Seorang pekerja melakukan aktivitas bongkar muat kentang di Pasar Sayur Wringin Anom Kecamatan Ke [caption id="attachment_982286" align="alignnone" width="400"] Seorang pekerja melakukan aktivitas bongkar muat kentang di Pasar Sayur Wringin Anom Kecamatan Ke Rating: 0