Kamis , 27 April 2017

Home » Suara Pantura » BNPB: Rob di Kabupaten Pekalongan Memprihatinkan

BNPB: Rob di Kabupaten Pekalongan Memprihatinkan

21 April 2017 14:48 WIB Category: Suara Pantura Dikunjungi: kali A+ / A-
PANTAU ROB : Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah pantau kondisi rob di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, di Desa Pecakaran, Wonokerto bersama Wakil Ketua Komisi VIII Nur Achmat dan Anggota Komisi VIII Bisri Romly. (Foto: suaramerdeka.com/Agus Setiawan)

PANTAU ROB : Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah pantau kondisi rob di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, di Desa Pecakaran, Wonokerto bersama Wakil Ketua Komisi VIII Nur Achmat dan Anggota Komisi VIII Bisri Romly. (Foto: suaramerdeka.com/Agus Setiawan)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai rob di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan dalam kondisi memperhatinkan, genangan air pasang laut telah bertahun-tahun terjadi. Terutama di desa di dua Kecamatan yaitu Wonokerto dan Tirto.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah, di sela-sela memantau kondisi rob wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan bersama Wakil Ketua Komisi VIII Nur Achmat dan Anggota Komisi VIII dari dapil Jateng X, Bisri Romly menyatakan, setelah memantau kondisi di lapangan soal genangan rob wilayah pesisir Kota Santri kondisinya memprihatinkan.

“Pantauan ini dalam rangka bagaimana kita mencarikan solusi dengan adanya genangan yang berkepanjangan. Mungkin masalah draenase dan polder yang bisa kita selesaikan tapi secara integrasi dengan kementerian lain,” kata dia, Jumat (21/4) siang pukul 13.30

Beberapa bantuan, kata Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi, BPNP telah membantu dalam soal pembangunan jalan beton di beberapa titik di wilayah pesisir Kota Santri. “Kita tadi lihat sendiri, bagimana siswa untuk menuju ke sekolah menggunakan perahu rakitan yang sederhana. Ini kasihan, makanya kita ke sini untuk mencari akar masalah, sehingga tidak asal bangun saja,” tandasnya.

Beberapa penanganan diperlukan koordinasi dengan kementerian lain, sehingga semuanya tidak bisa ditanggung oleh BNPB. Berkaitan dengan draenase, tanggul penangamanan agar rob tidak meluap ke daratan hal demikian mungkin bisa ditangani oleh BNPB, namun beberapa hal ada juga menjadi kewenangan kementerian lain, misalnya kementerian PUPR.

Menurutnya, dalam memberikan langkah penanganan, BNPB akan melakukan skala prioritas, seperti membangun stasiun pompa air, polder dan tanggul-tanggul pengamanan. Tahun ini, BNPB telah membantu Rp 15 miliar.

“Pembangunan sabuk pantai juga kami bantu. Tim cepat akan kami turunkan, termasuk pembangunan draenase agar lingkungan menjadi kering juga akan menjadi dibantu. Kita mau lihat akar masalah dulu, kita ingin melihat lingkungan sini kering. Nanti kita akan koordinasi dulu dengan kementerian lain,” ujarnya.
(Agus Setiawan/CN41/SMNetwork)

BNPB: Rob di Kabupaten Pekalongan Memprihatinkan Reviewed by on . [caption id="attachment_1017596" align="alignnone" width="400"] PANTAU ROB : Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah pantau kondisi rob di w [caption id="attachment_1017596" align="alignnone" width="400"] PANTAU ROB : Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah pantau kondisi rob di w Rating: 0