Telat Lapor SPT Kena Denda Rp 100 Ribu | suaramerdeka.com
Home » Bisnis » Ekonomi » Telat Lapor SPT Kena Denda Rp 100 Ribu

Telat Lapor SPT Kena Denda Rp 100 Ribu

17 Maret 2017 23:15 WIB Category: Ekonomi A+ / A-
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengingatkan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) akan dikenai denda jika terlambat. Meski denda untuk Wajib Pajak Orang Pribadi tidak besar, namun denda diharapkan memberi efek moral.

Batas akhir pelaporan SPT PPh Orang pribadi jatuh pada 31Maret sedangkan untuk SPT PPh badan pada 30 April.

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan menuturkan, pelaporan SPT Tahunan PPh sudah menjadi kewajiban masyarakat Indonesia yang memiliki penghasilan.

Jika masih ada wajib pajak (wp) pribadi dan juga badan yang tidak melaporkan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku akan dikenakan sanksi.
Sesuai dengan UU yang berlaku, pelaporan SPT Tahunan PPh juga akan dikenakan sanksi jika tidak disampaikan dalam batas waktu yang ditentukan maka akan terkena denda.

“Untuk WP pribadi itu sanksinya memang kecil, Rp 100 ribu, tapi malunya itu,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama di Jakarta, Jumat (17/3).

Dalam formulir SPT, terdapat beberapa kolom yang harus di isi seperti nilai harta. Contohnya seperti rumah, kendaraan, perhiasan, deposito yang nilainya material.

Sanksi bagi pelapor SPT ini tertuang dalam pasal 38 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 16 tahun 2009.

Ditjen Pajak sudah menyediakan beragam fasilitas untuk pelaporan Surat Pemberitahuan(SPT) Tahunan yakni manual, e-filling, Dan e-form.
Untuk yang manual bisa dilakukan di seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di Indonesia.

Di mana, bagi yang manual akan melakukan pengisian data penghasilan, dalam formulir SPT, terdapat beberapa kolom yang harus di isi seperti nilai harta. Contohnya seperti rumah, kendaraan, perhiasan, deposito yang nilainya material.

Untuk proses secara manual kebanyakan masih dikeluhkan oleh masyarakat lantaran antreannya yang panjang. Dengan begitu, Ditjen Pajak menyediakan pelaporan secara online melalui e-filing.

“Pakai e-filing sangat nyaman, tidak perlu harus antre ke kantor pajak,” kata Hestu.

C ara pelaporan SPT Tahunan PPh via e-filling, harus didukung dengan sistem komputerisasi yang didukung oleh signal internet.

Pelaporan bisa langsung mengunjungi website Ditjen Pajak yang berada di alamat djponline.pajak.go.id dan memilih kolom layanan e-filing. Tahap selanjutnya, wajib pajak mengisi formulir SPT yang telah disiapkan dan mengisi sesuai dengan panduan yang ada.

Setelah mengisi, maka WP harus mengambil dan mengisi kode verifikasi data pengisian SPT Tahunan PPh, jika sudah melalui tahap ini WP tinggal mengirim laporan tersebut dan tidak lama setelah mengirim akan mendapatkan bukti penerimaan laporan SPT elektronik yang dikirimkan ke email WP.

“Pakai e-filling dipandu oleh DJP online, buka aja. SPT itu kan melaporkan penghasilan dan harta. Penghasilan macem-macem itemnya termasuk PTKP, PPh terutang, kredit pajak, semua harta,” tambahnya.

Pelaporan baru bernama e-form hampir mirip dengan e-filing.

Pada e-form, wajib pajak (WP) diberikan pilihan yang sebelumnya tidak ada pada e-filing. Yakni, WP baik pribadi maupun badan bisa mengunguh formulir SPT terlebih dahulu dan mengisinya bisa kapan saja.

Bedanya dengan e-filing, WP dipastikan harus selesai dalam waktu itu juga. Artinya, setiap WP yang memilih menggunakan e-filing maka pengisian harus selesai pada saat itu juga, sebab jika tidak diselesaikan maka WP akan mengulang kembali dari awal dalam melakukan pengisian formulir.
(Kartika Runiasari/CN19/SMNetwork)

Comments

comments

Telat Lapor SPT Kena Denda Rp 100 Ribu Reviewed by on . [caption id="attachment_2771" align="alignleft" width="300"] Foto: Istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan [caption id="attachment_2771" align="alignleft" width="300"] Foto: Istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Rating: 0
scroll to top