Tarif Listrik Dorong Inflasi di Kabupaten Magelang | suaramerdeka.com
Home » ekonomi daerah » Tarif Listrik Dorong Inflasi di Kabupaten Magelang

Tarif Listrik Dorong Inflasi di Kabupaten Magelang

7 Mei 2017 18:00 WIB Category: ekonomi daerah A+ / A-
INFLASI: Kepala BPS Kabupaten Magelang Sri Wiyadi memaparkan besaran inflasi dan deflasi di Kabupaten Magelang selama empat bulan pertama tahun 2017. (suaramerdeka.com/MH Habib Shaleh)

INFLASI: Kepala BPS Kabupaten Magelang Sri Wiyadi memaparkan besaran inflasi dan deflasi di Kabupaten Magelang selama empat bulan pertama tahun 2017. (suaramerdeka.com/MH Habib Shaleh)

KOTA MUNGKID, suaramerdeka.com - Keputusan pemerintah pusat mencabut subsidi listrik golongan 900 VA ke atas pada bulan Januari dan Maret 2017 mendorong naiknya inflasi di Kabupaten Magelang. Selama empat bulan pertama di tahun 2017, tercatat inflasi terjadi di bulan Januari, Februari dan April.

Kepala BPS Kabupaten Magelang Ir Sri Wiyadi MM mengatakan pada bulan Januari 2017 inflasi tercatat naik 0,91, dan bulan Februari inflasi naik 0,49 persen. Pada bulan Maret sempat terjadi deflasi sebesar 0,06 persen namun April kembali inflasi sebesar 0,06 persen. Disebutkan inflasi yang disebabkan naiknya harga ditunjukkan dengan kenaikan indeks kelompok perumahan (1,02 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,21 persen), kelompok transpor,komunikasi dan jasa keuangan (0,17 persen), kelompok sandang (0,17 persen), kelompok kesehatan (0,16 persen), dan kelompok pendidikan (0,08 persen).

Menurut Sri Wiyadi ada sejumlah komoditas yang mendorong inflasi di Kabupaten Magelang. Selain kenaikan tarif listrik, bawang putih, daging ayam ras, ayam goreng, dan pisang juga ikut mendorong laju inflasi. Pada tanggal 1 Mei 2017 ini pemerintah kembali mengurangi subsidi listrik sehingga bisa berpengaruh terhadap inflasi bulan Mei dan Juni nanti.

“Laju inflasi tahun kalender April 2017 sebesar 1,40 persen dan laju inflasi year on year April 2017 sebesar 3,90 persen. Ini sesuai hasil survei BPS,” kata dia dalam sosialisasi hasil sensus ekonomi yang dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Magelang, kemarin.

Berdasarkan pemantauan BPS pada bulan April 2017 perkembangan harga berbagai komoditas bervariasi. Diketahui juga Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 127,31 persen. IHK April ini lebih tinggi dari bulan Maret 2017 yakni 127,24 persen.

Kasi Statistik Distribusi BPS Kabupaten Magelang Ahmad Taufiq menambahkan bahwa ada sejumlah komoditas yang berperan menahan laju inflasi. Yakni bawang merah, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng dan jeruk. “Penurunan harga cabai dan beras menyebabkan deflasi pada bulan Maret,” kata Ahmad Taufiq.

(MH Habib Shaleh/CN38/SM Network)

Comments

comments

Tarif Listrik Dorong Inflasi di Kabupaten Magelang Reviewed by on . [caption id="attachment_12107" align="alignnone" width="300"] INFLASI: Kepala BPS Kabupaten Magelang Sri Wiyadi memaparkan besaran inflasi dan deflasi di Kabupa [caption id="attachment_12107" align="alignnone" width="300"] INFLASI: Kepala BPS Kabupaten Magelang Sri Wiyadi memaparkan besaran inflasi dan deflasi di Kabupa Rating: 0
scroll to top