Perbaiki Produksi, Ajak Daerah Miliki Saham Pabrik Gula | suaramerdeka.com
Home » Bisnis » Perbaiki Produksi, Ajak Daerah Miliki Saham Pabrik Gula

Perbaiki Produksi, Ajak Daerah Miliki Saham Pabrik Gula

17 Maret 2017 14:15 WIB Category: Bisnis, Ekonomi A+ / A-
PRODUKSI: Pabrik Gula Tasikmadu mengarak tebu penganten tanda mulai produksi meski hasilnya belum maksimal karena pasokan tebu yang dikeluhkan kualitasnya. (suaramerdfeka.com/Joko Dwi Hastanto)

PRODUKSI: Pabrik Gula Tasikmadu mengarak tebu pengantin tanda mulai produksi meski hasilnya belum maksimal karena pasokan tebu yang dikeluhkan kualitasnya. (suaramerdfeka.com/Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Jika ingin mengembalikan produksi gula sebagaimana tahun 2007-2008 saat mencapai puncak, perlu ada terobosan. Salah satunya daerah atau kabupaten yang memiliki pabrik gula (PG) diberikan saham. Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid, Jumat (17/3).

“Ajak daerah memiliki saham di PG. Nanti Bupati akan lebih giat mendorong petani menanam tebu. Kalau produksinya naik, persoalan lainnya juga gampang, yakinlah produksi gula nasional akan meningkat signifikan,” kata Abdul Wachid, yang juga Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).

Di sela-sela menggelar reses dan bertemu dengan para petani tebu di Karanganyar, dia mengatakan yang terjadi saat ini pemerintah seperti malah tidak mendukung adanya swasembada gula. Pabrik gula malah akan banyak ditutup dan kemudian membangun lagi yang baru. Di Jateng dari 11 pabrik yang ada, akan ditutup lima unit sehingga tinggal 5 pabrik.

“Ini kebijakan apa? Padahal PG Rejosari yang akan ditutup, dulu merupakan pabrik dengan rendemen terbaik di tahun 2008. Setelah itu berangsur-angsur menurun, sampai sekarang. Program peningkatan kapasitas produksi tak begitu berimbas.”

Dikatakannya, kalau daerah ikut memiliki saham PG, dia yakin Bupati setempat akan lebih bersemangat dan rajin meminta petani agar menanam tebu dan mengupayakan kemudahan dalam mendapatkan pupuk maupun kebutuhan pendanaan lainnya. Selama ini PG mengeluh pasokan tebu kurang, lahan semakin menyempit, dan kualitas tebu yang dihasilkan tidak bagus. Salah satu sebab pimpinan daerah juga tidak banyak ikut memberikan dukungan untuk menyukseskan program swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.

Sementara Ketua APTRI Karanganyar–Sukoharjo Sumandoko mengatakan, beberapa hal menjadi keluhan petani tebu. Di sisi lain petani diminta meningkatkan pasokan dan juga kualitas tebu agar produksi gula meningkat, rendemen membaik. Tetapi ketersediaan pupuk ternyata justru menjadi kendala besar. “Dulu di tahun 2008 dan sebelumnya, petani memang seperti diberikan perlakuan khusus untuk mendapatkan pupuk. Ada jalur khusus sehingga pupuk sangat gampang diperoleh, kebutuhan pupuk terpenuhi. Maka tebu subur, kualitas bagus, produksi gula juga baik,” kata dia.

Namun setelah itu kebutuhan pupuk petani tebu disamakan dengan petani tanaman pangan. Harus melalui prosedur RDKK (rencana detail kebutuhan kelompok), yang prosedurnya berbelit. Belum lagi kebijakan gula impor yang benar-benar membunuh petani. (Joko Dwi Hastanto/CN38/SM Network)

Comments

comments

Perbaiki Produksi, Ajak Daerah Miliki Saham Pabrik Gula Reviewed by on . [caption id="attachment_11493" align="alignnone" width="300"] PRODUKSI: Pabrik Gula Tasikmadu mengarak tebu pengantin tanda mulai produksi meski hasilnya belum [caption id="attachment_11493" align="alignnone" width="300"] PRODUKSI: Pabrik Gula Tasikmadu mengarak tebu pengantin tanda mulai produksi meski hasilnya belum Rating: 0
scroll to top