Jangan Sepelekan Potensi Kota Kecil | suaramerdeka.com
Home » Bisnis » Jangan Sepelekan Potensi Kota Kecil

Jangan Sepelekan Potensi Kota Kecil

- Ceritalah Asean

4 April 2017 9:45 WIB Category: Bisnis, UMKM A+ / A-
Paparan dalam Ceritera Asean di Loji Hotel Solo, belum, lama ini. (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

Paparan dalam Ceritera Asean di Loji Hotel Solo, belum, lama ini. (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

KARIM Raslan langsung beranjak berdiri dari kursi serta memberi tepuk tangan ketika Haryani selesai menyannyikan salah satu tembang macapat. Namun aplaus yang diberikan itu bukan semata suara merdu yang didengar, tapi paparan tentang pelestarian batik yang dilakukan perempuan berkerudung itu.

Dalam Ceritalah Asean yang dihelat Kadin Surakarta, Kamis (3/4), Haryani menceriterakan bagaimana dia mengajari anak-anak membatik menggunakan canting dengan berbagai motif. Menurut dia, dengan mengenalkan batik pada anak-anak sejak dini, dia berharap batik yang kini sudah menjadi warisan budaya dunia akan tetap langgeng dan makin dikenal masyarakat.

Aplaus serupa juga ditujukan pada Yani, salah seorang perajin batik warna alam. “Saya melihat Kota Solo dan sekitarnya itu sangat maju dan potensial untuk dikembangkan. Selain dikenal sebagai kota budaya, Solo dan sekitarnya juga dikenal sebagai kota bisnis, industri, dan pertanian,” kata Karim.

Apa yang dikatakan laki-laki berkacamata asal Malaysia itu sangat beralasan. Sebab sebelum mendengarkan kisah dalam Ceritalah Asean di Kadin, dia juga menerima banyak penuturan dari berbagai orang dalam acara serupa, sehari sebelumnya di kampus UNS dan PMS. Karim juga seorang kolumnis tentang Asia Tenggara di berbegai media. Dia juga blusukan ke berbagai kota di beberapa negara Asean.

“Saya melihat, para penggede para pejabat Asean sibuk dengan kota besar, seperti Jakarta, Bangkok, Kuala Lumpur, atau Manila. Padahal kalau Asean mau membumi maka kota kecil atau kota kedua seperti Solo di Indonesia, Nonthaburi di Thailand, Serawak di Malaysia, dan Hanoi di Vietnam,” katanya.

Karim yakin, kota-kota kedua ini juga tidak kalah potensial dibanding ibukota negara atau ibukota provinsi. Makanya dia berpesan pada stake holder kota untuk mengembangkan potensinya. “Carilah pembeda dengan kota lainya di dunia, dari potensi yang dimiliki, agar mudah dikenal,” tuturnya.

Dalam road show Ceritalah Asean di Solo, Karim tidak datang sendiri. Dia mengajak para personel, perwakilan dari beberapa negara Asean. Tak hanya jurnalis, mereka juga para pelaku usaha, seperti Razak dari Malaysia, Yeni dari Myanmar, Henry Lopez dari Malaysia. “Ketika saya mendarat di Solo, saya sudah merasakan Solo mempunyai budaya yang kuat,” kata Razak yang berprofesi sebagai jurnalis.

David R Wijaya, wakil ketua Kadin Surakarta menyambut baik road show Ceritera Asean, apalagi rombongan itu dari para pengusaha dan jurnalis. “Pada para pelaku usaha, kita bisa menawarkan kerja sama. Pada para jurnalis, kita juga bisa jadikan sarana promosi wisata,”kata David.

(Langgeng Widodo/CN19/SMNetwork)

Comments

comments

Jangan Sepelekan Potensi Kota Kecil Reviewed by on . [caption id="attachment_11716" align="alignleft" width="300"] Paparan dalam Ceritera Asean di Loji Hotel Solo, belum, lama ini. (Foto suaramerdeka.com/Langgeng [caption id="attachment_11716" align="alignleft" width="300"] Paparan dalam Ceritera Asean di Loji Hotel Solo, belum, lama ini. (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Rating: 0
scroll to top