Sabtu , 24 Juni 2017

Home » Suara Kedu » BI Optimis Perekonomian DIY Tumbuh

BI Optimis Perekonomian DIY Tumbuh

20 Maret 2017 6:53 WIB Category: Suara Kedu Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Meski mengalami sejumlah tekanan, pertumbuhan ekonomi di DIY sepanjang tahun 2017 diperkirakan bakal meningkat. Bank Indonesia (BI) memprediksi peningkatan tersebut berada di kisaran 5-5,4 persen.

Sedangkan pertumbuhan tahun 2016 lalu tercatat sebesar 5,05 persen. Menurut Kepala Perwakilan BI DIY Budi Hanoto, prediksi peningkatan itu diperhitungkan dari beberapa sektor.

Dicontohkan dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga diperkirakan akan terus tumbuh seiring membaiknya prospek perekonomian domestik.

“Hal ini akan berimbas pada peningkatan kegiatan pariwisata. Sama halnya dari segi sektoral, kinerja penyediaan akomodasi dan makan minum terakselerasi sejalan peningkatan frekuensi penyelenggaraan MICE dan jumlah wisatawan,” paparnya, Minggu (19/3).

Dari segi investasi, peningkatan didorong oleh banyak hal. Diantaranya pembangunan bandara baru, serta proyek infrastruktur pemerintah dan investasi sektor swasta. Namun di lain sisi, risiko inflasi juga berpotensi meningkat.

Pada triwulan dua, peningkatan risiko inflasi utamanya disebabkan tekanan volatile food sebagai dampak kenaikan permintaan menjelang ramadan dan lebaran. Selain itu dipicu tekanan harga komoditas administered price yakni tarif listrik dan BBM.

“Risiko inflasi dari global juga perlu diwaspadai berupa tren peningkatan harga minyak dunia, dan komoditas non energi. Terlebih dengan membaiknya perekonomian AS dan Cina, serta tren penguatan kurs dolar akan memberikan tekanan pada barang impor,” terang Budi.

Program stabilisasi inflasi daerah ini meliputi perbaikan pola tanam, monitoring lalu lintas barang antar daerah, dan penguatan logistik pangan khususnya pergudangan. Disamping itu, TPID juga akan terus mendorong diversifikasi pola pangan terutama pada komoditi cabai dan bawang.

“Untuk menjaga kestabilan inflasi, kerjasama antar daerah perlu terus dikuatkan, dan menerapkan inovasi produk pangan olahan. Perlu pula diantisipasi dampak lanjutan kebijakan administered prices seperti pengendalian tarif angkutan umum,” katanya.

Akhir tahun 2016 lalu, inflasi di DIY mampu terjaga pada level rendah dan terkendali. Hal ini tercermin dari pencapaian inflasi 2,29 persen yang lebih rendah dari angka nasional sebesar 3,02 persen. Budi menambahkan, tren inflasi mulai mengalami penurunan sejak tiga tahun terakhir.

Dibandingkan provinsi lain di Jawa, tingkat inflasi DIY bahkan paling rendah disusul Jawa Tengah sebesar 2,36 persen dan DKI Jakarta 2,37 persen.

(Amelia Hapsari/CN39/SM Network)

BI Optimis Perekonomian DIY Tumbuh Reviewed by on . [caption id="attachment_54126" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Meski mengalami sejumlah tekanan, pertumbu [caption id="attachment_54126" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Meski mengalami sejumlah tekanan, pertumbu Rating: 0