Sabtu , 25 Maret 2017

Home » Pringgitan » Budaya jawa » Bertemu Sang Ratu di Sangga Buwana

Bertemu Sang Ratu di Sangga Buwana

21 September 2016 14:41 WIB Category: Budaya jawa, Pringgitan, Tradisional Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: absolutecurse.deviantart.com

Foto: absolutecurse.deviantart.com

LANGKAH kaki pengunjung museum Keraton Surakarta akan terhenti sesaat ketika memasuki satu area bak lautan pasir. Di satu sudutnya, berdiri sebuah bangunan megah menjulang yang dinamakan Panggung Sangga Buwana.

Konon, Panggung Sangga Buwana dipercaya sebagai tempat pertemuan raja-raja Surakarta dengan Kanjeng Ratu Kidul. Oleh karena itu letak Panggung Sangga Buwana persis segaris lurus dengan jalan keluar kota Solo yang menuju ke Wonogiri. Menurut kepercayaan, hal itu memang disengaja sebab Ratu Kidul datang dari arah Selatan.

Panggung Sangga Buwana didirikan pada tahun 1708 Saka atau 1782 Masehi. Ini terlihat pada candra sengkala berbentuk seekor naga yang dikendarai manusia sambil memanah. Sengkalan milir tersebut bermakna Naga Muluk Tinitihan Janma (Naga=8, Muluk=0, Tinitihan=7, dan Janma=1).

Seorang punjangga keraton Surakarta  bernama Rng.Yosodipuro, mengartikan sengkalan tersebut sesuai dengan ramalan tahun kemerdekaan bangsa Indonesia, yakni tahun 1945.

Menara ini pernah terbakar pada 19 November 1954, lalu dibangun kembali dan selesai pada tanggal 27 Rabingulawal 1891, atau 30 September 1959.

Makna Filosofi Panggung Sangga Buwana

Panggung Sangga Buwana mempunyai arti sebagai penyangga bumi, dengan ketinggian sekitar 30 meter hingga puncak teratas. Ada kepercayaan, bangunan-bangunan yang berdiri di kota Solo tidak boleh melebihi dari Panggung Sangga Buwana. Ini dilakukan lantaran mereka sangat menghormati sang raja. Konon apabila ada bangunan yang melanggar, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Panggung Sangga Buwana berbentuk segi delapan atau hasta walu dalam istilah Jawa. Bentuk segi delapan itu diartikan sebagai hasta brata, yang menurut filosofi orang Jawa adalah sifat kepemimpinan. Bangunan Panggung Sangga Buwana juga melambangkan sebagai simbol lingga yang berdampingan dengan yoni, yaitu Kori Srimanganti.

Panggung yang dilambangkan sebagai lingga dan Srimanganti sebagai yoni, juga merupakan suatu pasemon atau kiasan goda yang terbesar. Lingga adalah penggoda yoni, dan sebaliknya yoni merupakan penggoda lingga.

Secara historis, Panggung Sangga Buwana didirikan untuk mengintai kegiatan di Benteng Vastenburg milik Belanda yang berada di sisi timur laut keraton. Taktik Paku Buwono III tersebut sempat dicurigai oleh Belanda. Namun Paku Buwono III berdalih bahwa panggung tersebut didirikan untuk upacara dengan Kanjeng Ratu Kidul.

Bertemu dengan Sang Ratu

roro kidul1Lantai teratas Panggung Sangga Buwana digunakan untuk bersemedi raja dan pertemuan dengan Kanjeng Ratu Kidul. Ada dua kursi yang diperuntukkan bagi Raja (kursi sebelah kiri) dan Ratu Kidul (kursi sebelah kanan) yang menghadap ke arah selatan. Di antara dua buah kursi terdapat sebuah meja yang digunakan untuk meletakkan pangageman Kanjeng Ratu Kidul di dalam sebuah kotak. Pangageman tersebut diganti setiap tahun menjelang acara Jumenengan raja.

Menurut cerita, pada saat mengadakan pertemuan dengan raja, Kanjeng Ratu Kidul mengenakan pakaiannya dan seketika itu juga beliau berwujud seperti manusia. Setelah pertemuan selesai, Kanjeng Ratu Kidul kembali ke alamnya dengan sebelumnya mengembalikan ageman yang dikenakannya ke dalam kotak.

Di dalam ruang tutup saji yang berdiameter kira-kira 6 meter, pada bagian tepat di tengah ruangan terdapat kolom kayu yang secara simbolis menunjukkan bahwa segala kegiatan yang dilakukan di tutup saji mempunyai hubungan dengan Tuhan. Kayu yang digunakan adalah kayu jati yang berasal dari Hutan Donoloyo yang dianggap angker bagi orang Jawa.
(Fadhil Nugroho,Nenden Olla/CN41/SMNetwork)

Bertemu Sang Ratu di Sangga Buwana Reviewed by on . [caption id="attachment_779789" align="alignnone" width="400"] Foto: absolutecurse.deviantart.com[/caption] LANGKAH kaki pengunjung museum Keraton Surakarta aka [caption id="attachment_779789" align="alignnone" width="400"] Foto: absolutecurse.deviantart.com[/caption] LANGKAH kaki pengunjung museum Keraton Surakarta aka Rating: 0