Sabtu , 25 Maret 2017

Home » Liputan Khusus » Laporan » Bayar Cicilan dengan 10 Bungkus Nasi Rames

Bayar Cicilan dengan 10 Bungkus Nasi Rames

KPR BTN Perkuat Sinergi Dorong Ekonomi (2-habis)

9 Maret 2017 21:20 WIB Category: Laporan, Liputan Khusus Dikunjungi: kali A+ / A-
MELAYANI PEMBELI: Pemilik Warung Makan Pak Eddy di Jl Indraprasta Semarang, Mulyati (49) melayani pembeli yang makan di warungnya. Salah satu anggota Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Jateng itu memanfaatkan KPR BTN Mikro untuk merenovasi rumahnya di Jl Mustokoweni Tengah No 254 Semarang. (suaramerdeka.com/Anggun Puspita)

MELAYANI PEMBELI: Pemilik Warung Makan Pak Eddy di Jl Indraprasta Semarang, Mulyati (49) melayani pembeli yang makan di warungnya. Salah satu anggota Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Jateng itu memanfaatkan KPR BTN Mikro untuk merenovasi rumahnya di Jl Mustokoweni Tengah No 254 Semarang. (suaramerdeka.com/Anggun Puspita)

Beberapa waktu lalu Bank Tabungan Negara (BTN) meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Mikro di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebanyak 300 pedagang kuliner yang tergabung di Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Jawa Tengah disetujui pengajuan KPR-nya. Seperti apa implementasinya di Semarang sebagai kota yang dijadikan pilot project program tersebut? simak laporannya berikut.

PUKUL 02.30 WIB, Sunoto (54) sudah meluncur ke Pasar Bulu Semarang untuk berbelanja bahan masakan, ada sayur mayur, ayam, dan aneka ikan. Sedangkan istrinya Mulyati (49), di rumah mulai meracik bumbu untuk masakan yang pada hari itu akan dijual di “Warung Makan Pak Eddy” di Jl Indraprasta Semarang.

Ya, kedua pasangan itu adalah pemilik warung tersebut yang setiap hari berjualan mulai pukul 11.00-15.00 WIB. Mereka berjualan aneka masakan Jawa, seperti nasi rames, nasi mangut, nasi pecel, dan lainnya. Biasanya setiap masuk jam makan siang warung yang berada di garasi rumah itu tidak pernah sepi pelanggan, mulai mahasiswa hingga pekerja kantoran mengantri makan disana.

Sunoto si pemilik warung yang juga bekerja sebagai guru agama di SMK Grafika Semarang itu sudah berjualan sejak tahun 2001. Meskipun tidak menjual bakso, tetapi dia adalah salah satu anggota Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Jawa Tengah yang beruntung karena pengajuan kreditnya melalui KPR BTN Mikro disetujui oleh lembaga jasa keuangan tersebut.

Saat ditemui di sela berjualan bersama istrinya di warung, pria asli Jepara yang memiliki panggilan akrab Eddy itu menuturkan, sudah lama berencana akan merenovasi rumahnya di Jl Mustokoweni Tengah 254 Semarang, tetapi belum ada dana. Sebab, rumah yang sudah ditinggali sejak tahun 2011 itu bagian atapnya perlu diperbaiki karena kayu penyangganya mulai dimakan rayap.

“Orang kecil seperti kami kalau tidak kredit ya tidak bisa, beli rumah saja dari menabung sedikit demi sedikit. Makanya saat BTN menawari kredit bagi pedagang kuliner yang tergabung di Apmiso, saya coba untuk mengajukan, dan Alhamdulillah di-acc,” tuturnya.

Menurut dia, pengajuan kredit KPR BTN Mikro tidak sulit, cukup mengisi formulir pengajuan dan dilengkapi fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan NPWP.

“Buat saya ini sih rezeki, pas banget datangnya disaat butuh dan meringankan pedagang kuliner seperti saya. Lha kalau mau benerin pake uang sendiri ya belum ada karena setiap hari uangnya buat modal jualan. Kini, kalau sudah di-acc tinggal melengkapi syarat jaminan saja dan bayar DP minimal 10%,” tuturnya.

Plafon pinjaman senilai Rp 75 juta dengan bunga 7,99%/tahun (fixed) dan jangka waktu 10 tahun itu kalau bisa akan dicicil secara harian oleh Sunoto. “Karena kita untungnya harian, ya kalau bisa yang cicilannya harian. Paling tidak kalau sehari menyisihkan Rp 50.000, kan sama saja saya bayar pakai 10 bungkus nasi rames,” katanya.

MENYIAPKAN PANGSIT: Perajin pangsit mie dan bakso, Susila (48) sedang menyiapkan pangsit yang akan diantar ke pedagang mie dan bakso yang menjadi langganannya. Salah anggota Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Jateng itu akan memanfaatkan KPR BTN Mikro untuk membangun rumah di tanah yang dimilikinya di Jl Banowati Selatan Gang 5/19 Semarang. (suaramerdeka.com/Anggun Puspita)

MENYIAPKAN PANGSIT: Perajin pangsit mie dan bakso, Susila (48) sedang menyiapkan pangsit yang akan diantar ke pedagang mie dan bakso yang menjadi langganannya. Salah anggota Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Jateng itu akan memanfaatkan KPR BTN Mikro untuk membangun rumah di tanah yang dimilikinya di Jl Banowati Selatan Gang 5/19 Semarang. (suaramerdeka.com/Anggun Puspita)

Selain Sunoto, perajin pangsit mie dan bakso, Susila (48) juga akan memanfaatkan KPR BTN Mikro. Lelaki asal Gunung Kidul yang kini tinggal di rumahnya Jl Poncowolo No. 24 Semarang itu berencana akan membangun rumah di kavling miliknya di Jl Banowati Selatan Gang 5/19 Semarang.

“Saya ada tanah, daripada nganggur lebih baik pinjam kredit di bank untuk membangun,” tuturnya.

Namun, hingga saat ini Susila masih berpikir dan menghitung biaya, berapa rupiah yang akan dibayarkan ke bank setiap bulan untuk membayar angsuran KPR. Sebab, pedagang kecil seperti dirinya penghasilan dan laba hasil jualan pangsit tidak pasti.

“Meskipun banyak pesenan, tapi kebutuhan juga banyak. Kalau bisa dicicil paling tidak Rp 500 ribu/bulan saya sanggup, tapi kalau lebih dari itu ya saya harus hitung lagi,” tuturnya.

Foto: suaramerdeka.com/Anggun Puspita

Foto: suaramerdeka.com/Anggun Puspita

Susila hendak membangun rumah di tanah yang dibelinya sejak tahun 2009 dan berstatus Hak Milik. Kendati demikian, dia masih terkait omzet jualannya yang tidak menentu, apalagi ekonomi masih sulit seperti sekarang.

“Namun, saya bersyukur dulu pengajuan kredit saya sudah disetujui. Kini ya tinggal berstrategi gimana cara bayarnya kalau fasilitas itu saya manfaatkan,” katanya.

Pada peluncuran BTN menargetkan penyaluran KPR Mikro tahun ini sebesar Rp 150 miliar. Untuk tahap awal, 300 pedagang yang tergabung dalam Apmiso Jateng khususnya wilayah Kota Semarang, Demak, Salatiga, dan Blora mendapatkan kemudahan mengakses pembiayaan tersebut. Adapun, KPR BTN Mikro ini meskipun turut mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah, tetapi pendanaannya murni inisiatif dari BTN.

Assistant Vice President Deputy Business BTN Cabang Semarang, Wisnu Agus Prijanto mengatakan, untuk KPR BTN Mikro ini ada tiga peruntukan, yaitu membeli rumah, membangun rumah, dan renovasi rumah. Sebagian besar atau sekitar 80% pedagang yang tergabung di Apmiso memanfaatkannya untuk renovasi rumah.

“Saat ini kami tengah mengumpulkan kelengkapan syarat dari calon debitur yang ingin memanfaatkan KPR Mikro tersebut. Selain itu, kami juga turun ke lapangan untuk menyosialisasikan program tersebut ke pedagang lainnya seperti pedagang pasar dan pedagang kaki lima (PKL, red),” katanya.

Sementara itu, disamping menyelesaikan proses kredit pedagang bakso, ke depan untuk melayani debitur tersebut BTN Cabang Semarang akan menambah jumlah petugas lapangan, khususnya yang melayani pengurusan KPR BTN Mikro.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan Apmiso untuk keberlanjutan program ini, termasuk dalam mengkoordinir pembayaran cicilan kredit dari pedagang juga akan dilakukan secara kolektif. Apakah akan diangsur secara harian, mingguan, atau bulanan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Apmiso Jateng, Lasiman menyampaikan, KPR BTN Mikro ini membantu para pedagang bakso dan kuliner lainnya yang membutuhkan pembiayaan untuk bangun rumah atau renovasi. Selain itu, juga memperkuat sinergi antar perbankan dan pelaku usaha kecil untuk mendorong ekonomi.

“Pembiayaan ini sangat memfasilitasi teman-teman yang membutuhkan kredit. Sebab, selama ini masih ada pedagang yang memang kesulitan untuk memiliki rumah atau merehab tempat tinggalnya. Maka mumpung ada rekanan bank yang mau bantu, kami memberikan pemahaman kepada pedagang agar berani menempuh dan memanfaatkan fasilitas ini, karena syaratnya juga semakin mudah,” katanya. (Anggun Puspita/CN38/SM Network)

Bayar Cicilan dengan 10 Bungkus Nasi Rames Reviewed by on . [caption id="attachment_970395" align="alignnone" width="400"] MELAYANI PEMBELI: Pemilik Warung Makan Pak Eddy di Jl Indraprasta Semarang, Mulyati (49) melayani [caption id="attachment_970395" align="alignnone" width="400"] MELAYANI PEMBELI: Pemilik Warung Makan Pak Eddy di Jl Indraprasta Semarang, Mulyati (49) melayani Rating: 0