Selasa , 27 Juni 2017

Home » Suara Banyumas » Bahu Jalan Ambles, Jalan Watumalang Rawan Putus

Bahu Jalan Ambles, Jalan Watumalang Rawan Putus

21 April 2017 19:30 WIB Category: Suara Banyumas Dikunjungi: kali A+ / A-
Sejumlah pengendara melintas di Jalan Kabupaten antara Wonosobo-Watumalang yang bahu jalannya mengalami ambles di Dusun Banjaran Desa Kuripan. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

Sejumlah pengendara melintas di Jalan Kabupaten antara Wonosobo-Watumalang yang bahu jalannya mengalami ambles di Dusun Banjaran Desa Kuripan. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Pemerintah Kecamatan Watumalang, Wonosobo mendesak bahu jalan yang ambles satu meter dan panjang sekitar 25 meter di Dusun Banjaran Desa Kuripan segera ditangani. Pasalnya, Jalan Kabupaten tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan antara Kota Wonosobo dengan Kecamatan Watumalang. Dikhawatirkan, jika tidak segera ditangani badan jalan makin tergerus air dan rawan terputus.

Camat Watumalang, Bambang Sutarno menyebutkan, bahu jalan tersebut mengalami ambles sejak Februari lalu. Kondisi tersebut dikarenakan tanah di tepi jalan tersebut cukup labil. Diperparah dengan tonase kendaraan yang melintas melibihi kapasitas serta pemadatan tanah yang dilakukan pihak PDAM dinilai kurang keras. “Jadi, saat terkena air hujan secara terus menerus menyebabkan bahu jalan ambles,” ujarnya kepada Suara Merdeka, kemarin.

Lokasi tanah yang ambles berada di jalan menikung dan bagian bawah merupakan perkebunan salak milik penduduk. Karena tidak disertai senderan jalan, akibatnya tanah di jalan tersebut mengalami ambles. Badan jalan tersebut juga tampak mengalami kemiringan, akibat tanah yang ambles terus mengalami pengikisan. “Harapan kami segera ditangani. Karena ini menjadi akses satu-satunya warga Kecamatan Watumalang ke Wonosobo,” tutur dia.

Dikatakan, di sekitar lokasi tanah ambles juga terdapat pipa milik PDAM. Dimungkinkan, saat pemasangan pipa, pemadatan bahu jalan kurang keras sehingga air hujan yang masuk ke dalam tanah terlalu deras. Sebelum-sebelumnya juga, kata dia, pipa air di sekitar lokasi kejadian pernah bocor sehingga tanah mengalami pengikisan. “Untuk kedepan, saya minta kalau melakukan pemasangan pipa, pengerasan bahu jalan dilakukan maksimal,” pintanya.

Menurut dia, saat ini pihaknya melalui pemerintah desa setempat hanya bisa memasang tanda bahaya dengan menggunakan drum bekas. Diharapkan, dengan adanya tanda┬átersebut, pengendara maupun masyarakat yang melintas lebih hati-hati. “Karena berada di tikungan, kondisi sangat membahayakan pengguna jalan. Ditakutkan ada yang jalan terlalu pinggir, khususnya saat melakukan persimpangan, jadi kami pasang drum bekas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Wonosobo, Supriyanto mengungkapkan, kerusakan amblesnya bahu jalan tersebut sudah dilaporkan untuk bisa ditangani secara darurat melalui dana tak terduga. Namun sampai saat ini masih belum ada dananya. “Kerusakan itu sudah kita laporkan untuk bisa ditangani secara darurat melalui dana TT dan sampai saat ini masih belum ada dananya. Untuk jalan yang rusak atau banyak lubang akan kami tangani melalui dana pemeliharaan dan menunggu giliran karna saat ini sedang nambal di wilayah atau ruas jalan Selomerto-Kertek,” katanya.

(M Abdul Rohman/CN38/SM Network)

Bahu Jalan Ambles, Jalan Watumalang Rawan Putus Reviewed by on . [caption id="attachment_1017679" align="alignnone" width="400"] Sejumlah pengendara melintas di Jalan Kabupaten antara Wonosobo-Watumalang yang bahu jalannya me [caption id="attachment_1017679" align="alignnone" width="400"] Sejumlah pengendara melintas di Jalan Kabupaten antara Wonosobo-Watumalang yang bahu jalannya me Rating: 0