Selasa , 28 Maret 2017

Home » Nasional » Adik Ipar Jokowi Akui Bantu Rajamohanan Urus Pajak

Adik Ipar Jokowi Akui Bantu Rajamohanan Urus Pajak

20 Maret 2017 18:17 WIB Category: Nasional Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: Detik

Foto: Detik

JAKARTA, suaramerdeka.com - Arif Budi Sulistyo mengakui membantu meyelesaikan masalah pajak Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia, R Rajamohanan Nair. Adik ipar Presiden Joko Widodo itu menyampaikan hal tersebut saat bersaksi untuk terdakwa R Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/3).

“Pada waktu itu saya ketemu Pak Mohan. Dia cerita bahwa sampai saat ini belum bisa ikut tax amnesty, karena dalam pengurusannya dihambat,” papar Arif.

Dia mengatakan, sebenarnya tidak mengetahui secara detail persoalan pajak yang dihadapi PT EK Prima. Dirinya merasa persoalan pajak yang dihadapi Mohan dapat diselesaikan melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Direktorat Jenderal Pajak, Handang Soekarno.

Dalam persidangan, Arif mengatakan, sebelumnya ia pernah dibantu oleh Handang saat hendak mengikuti program tax amnesty, atau pengampunan pajak. Saat itu, Arif dan rekannya, Rudi Prijambodo, mendatangi Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiateadi. Menurut Arif, Ken menugaskan Handang untuk membantu pengurusan tax amnesty perusahaan miliknya di Solo.

“Jadi pada waktu Mohan minta bantuan pengurusan tax amnesty, saya ingat punya pengalaman dibantu oleh Handang. Saya waktu itu pernah ketemu, akan lebih baik kalau Pak Mohan segera mengirimkan data perusahaannya,” kata Arif.

Setelah itu, menurut Arif, ia meminta agar Mohan segera mengirimkan data perusahaannya melalui aplikasi WhatsApp. Kemudian, oleh Arif, pesan berisi data perusahaan itu diteruskan kepada Handang. “Saya hanya kirimkan dokumen kepada Handang. Waktu itu saya sampaikan, apa pun keputusan Pak Dirjen, mudah-mudahan yang terbaik buat Pak Mohan,” kata Arif.

Dalam dakwaan, Arif yang merupakan Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera itu diminta bantuan oleh Rajamohanan Nair untuk menyelesaikan persoalan pajak yang dihadapi PT EK Prima di tingkat Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Enam. Arif diduga kenal dan berhubungan baik dengan Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv

Dalam persoalan pajak PT EKP, ia juga disebut pernah mengadakan pertemuan dengan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. Tidak lama setelah pertemuan Arif dan Dirjen Pajak, Kepala KPP PMA Enam Johnny Sirait membatalkan surat Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) PT EKP.

Selain itu, Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus M Haniv atas nama Dirjen Pajak mengeluarkan keputusan pembatalan tagihan pajak terhadap PT EKP. Dengan demikian, tunggakan pajak PT EKP sebesar Rp 52,3 miliar untuk masa pajak Desember 2014, dan Rp 26,4 miliar untuk masa pajak Desember 2015, menjadi nihil. (Budi Yuwono/CN38/SM Network)

Adik Ipar Jokowi Akui Bantu Rajamohanan Urus Pajak Reviewed by on . [caption id="attachment_982231" align="alignnone" width="400"] Foto: Detik[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Arif Budi Sulistyo mengakui membantu meyelesaik [caption id="attachment_982231" align="alignnone" width="400"] Foto: Detik[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Arif Budi Sulistyo mengakui membantu meyelesaik Rating: 0