Sabtu , 24 Juni 2017

Home » Semarang Metro » 15 Tunanetra Dapatkan Pelatihan Teknik Pijat Pengobatan

15 Tunanetra Dapatkan Pelatihan Teknik Pijat Pengobatan

21 April 2017 23:15 WIB Category: Semarang Metro Dikunjungi: kali A+ / A-
Tunanetra dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang mengikuti pelatihan lanjutan teknik pijat pengobatan di aula PLN Area Pengatur Distribusi (APD) Jawa Tengah dan DIY, Jumat (21/4). (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

Tunanetra dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang mengikuti pelatihan lanjutan teknik pijat pengobatan di aula PLN Area Pengatur Distribusi (APD) Jawa Tengah dan DIY, Jumat (21/4). (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - 15 tunanetra dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang mengikuti pelatihan lanjutan teknik pijat di aula PLN Area Pengatur Distribusi (APD) Jawa Tengah dan DIY, Jumat (21/4). Pelatihan ini diselenggarakan LAZIS PLN APD Jawa Tengah dan DIY bekerjasama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah.

Kepala IZI Jawa Tengah, Djoko Adhi, mengatakan kegiatan pelatihan pijat tunanetra ini merupakan kali kedua dan selaras dengan tujuan zakat yaitu menumbuhkan produktifitas. “Teman-teman tunanetra ini memiliki keterbatasan akses dan harus dikuatkan dan ditingkatkan produktifitasnya kemudian memberikan kemanfaatan baik finansial maupun kepercayaan diri mereka,” katanya.

Pelatihan ini lanjut Djoko bertujuan untuk menambah kemampuan para tunanetra yang sebelumnya hanya menguasai pijat capek ditambah dengan teknik pijat pengobatan. Pelatihan akan berlangsung selama 4 bulan.

Manager PLN APD Jawa Tengah dan DIY, Arsyadani Ghana Akmalaputri, menjelaskan kegiatan ini merupakan hasil kumpulan zakat yang berasal dari karyawan PLN yang dikelola oleh IZI yang tujuannya untuk mengerakan perekonomian dan membuat zakat produktif bukan konsumtif. “PLN bekerja sama dengan IZI untuk mengelola LAZISnya PLN dan memilih kegiatan up skilling pelatihan pijat tunanetra supaya dengan kemampuan memijatnya sehingga bisa mendapatkan pekerjaan dan harapannya nanti bisa menjadi muzakki (pemberi, red),” jelasnya.

Ruruh Candra Pasa pelatih pijat menambahkan para tunanetra mendapatkan materi mental, pengobatan cidera mulai dari cidera leher (tengengen) dan cidera lengan serta cara strategi mengelola finansial. Pertama pelatih akan membuat skor terhadap satu per satu tunanetra mulai dari skor mental apakah menerima keadaan tunanetra tersebut, menjadi tukang pijat apakah pelarian atau keiklasan.

“Banyak yang belum terima menjadi tunanetra sehingga perlu diadakan skor untuk mental mereka. Nanti akan ditanya keikhlasannya setiap orang variasi dan didekati kemampuan pijatnya kalau sudah klik yang bagus ditambahan teknik pijat pengobatan dengan deteksi detak jantung sehingga bisa berhati-hati dalam memijat karena pijat tidak asal dan memiliki ranbu-rambu,” tuturnya.

Strategi mengelola finansial juga penting agar pendapatan yang masuk bisa dikelola dengan baik. Ruruh menghimbau agar pasien yang sudah ada dikelola dengan baik dan tidak mengambil pasien banyak tapi tidak bisa mengelola. “Seperti sudah mempunyai kemampuan pijat cidera kalau pasien sudah merasa puas dengan pijatanya harus dikelola baik pasti akan datang dengan sendirinya dan uang akan terkumpul,” ucapnya.

Ketua ITMI Kota Semarang, Lukman, mengaku senang mendapatkan teknik pelatihan pijat tambahan. Ia berharap dengan pelatihan ini bisa meningkatkan kemampuan agar anggota ITMI yang berprofesi sebagai tukang pijat semakin diberdayakan. Namun Lukman menegaskan ITMI tidak hanya diisi oleh profesi tukang pijat namun juga ada profesi-profesi lain salah satunya penceramah.

(Cun Cahya/CN38/SM Network)

15 Tunanetra Dapatkan Pelatihan Teknik Pijat Pengobatan Reviewed by on . [caption id="attachment_1017752" align="alignnone" width="400"] Tunanetra dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang mengikuti pelatihan lanjut [caption id="attachment_1017752" align="alignnone" width="400"] Tunanetra dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang mengikuti pelatihan lanjut Rating: 0